3 Jenis Pembiayaan KPR Syariah Yang Perlu Diketahui


Saat ini banyak kemudahan dalam membeli rumah yang telah menjadi impian bagi tiap orang. Kemudahan tersebut karena adanya pembayaran dengan metode KPR atau (Kredit Kepemilikan Rumah) yang bisa dijadikan sebagai opsi untuk memiliki rumah dengan biaya yang ringan.

Meski bank konvensional menawarkan kemudahan sistem KPR, namun layanan uni sering dianggap bukan jadi solusi ideal bagi seorang muslim. Alasannya karena jenis pembayaran dengan metode KPR ini memiliki bunga yang identik dengan riba dan diharamkan dalam agama Islam. Karena alasan tersebut, sehingga banyak orang yang beralih menggunakan sistem pembiayaan dari bank Syariah.

Meski begitu, ternyata ada beberapa jenis beberapa jenis pembiayaan Syariah yang bisa digunakan untuk kredit rumah murah sehingga perlu kita pahami sebelum menggunakannya:

1. Murabahah

Murabahah adalah jenis transaksi jual beli dengan mekanisme pembayaran yang bisa ditangguhkan dalam waktu tertentu untuk dilunaskan pada akhir periode pembayaran, meski begitu murabahah juga bisa dicicil secara berkala.

Dalam sisitem pembayaran murabahah, penjual harus memberitahu pembeli mengenai harga pokok dari objek yang nantinya akan dijual. Sehingga nantinya bank bisa melakukan negosiasi harga mengenai rumah yang akan dijual atau dibeli.

2. Istishna

Istishna merupakan sistem transaksi jual beli dengan metode pesanan, yang dimana pihak pembeli memesan suatu barang agar dibuatkan terlebih dahulu, untuk masalah pembayaran bisa dilunasi ketika barang telah selesai dibuat atau pembayaran secara bertahap dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Sistem jual beli seperti ini paling banyak diminati oleh kebanyakan nasabah atau pembeli.

3. IMBT (Ijarah Muntanhia bittamlik)

IMBT adalah sistem sewa yang disertai dengan jual beli yang menyebabkan perpindahan kepemilikan barang dari penjual kepada pembeli yang menyewa, dengan ketentuan dan dalam kurun waktu tertentu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Apabila penyewa telah melakukan pembayaran secara total sewanya maka kepemilikan barang akan pindah menjadi milik penyewa. Berbalik bila sang penyewa tidak mampu melunasi biaya sewa yang telah menjadi kesepakatan awal, maka transaksi batal dan barang tetap dimilik oleh penjual.

Ketiga jenis transaksi diatas merupakan rekayasa tepat dari penjual agar kepemilikan barang yang dijual tetap aman hingga waktu pembayaran di bayar dengan sempurna.

Sumber: https://www.cekaja.com/kredit-pemilikan-rumah/

Belum ada Komentar untuk "3 Jenis Pembiayaan KPR Syariah Yang Perlu Diketahui"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel